Menentukan Seseorang Telah Wanprestasi ?

Apakah seseorang yang tidak mampu membayar hutangnya dapat diketegorikan sebagai pihak yang wanprestasi (inkar janji) ?

Untuk menentukan seseorang telah melakukan perbuatan wanprestasi (ingkar janji), maka dibawah ini Advokat Pro menjelaskan beberapa kategori sehingga seseorang itu dapat dikatakan telah melakukan Wanprestasi (Ingkar janji), yaitu sebagai berikut :

1. Tidak Melaksanakan Prestasi Sama Sekali

Tidak melaksanakan prestasi artinya seseorang yang berhutang benar-benar tidak membayar hutangnya sesuai jangka waktu yang diperjanjikan.

Sebagai contoh, A memiliki hutang (pinjaman) sebesar Rp. 500 juta kepada B. Dalam perjanjian utang piutang disebutkan bila A berjanji akan melunasi hutang (pinjamannya) dalam jangka waktu 2 (dua) bulan. Namun fakta yang terjadi ternyata A setelah 2 (dua) bulan tidak membayar hutangnya kepada B.

Dari contoh diatas, A dapat dikategorikan sebagai pihak yang telah “wanprestasi (ingkar janji).”

2. Melaksanakan Prestasi Tetapi Tidak Full

Melaksanakan prestasi tetapi tidak full seperti seseorang membayar hutangnya namun tidak sesuai yang diperjanjiakan.

Sebagai contoh, A memiliki hutang kepada B sebesar Rp. 500 juta. Dalam perjanjian disebutkan A akan melunasi hutangnya kepada B semuanya dibulan Februari 2018. Namun ternyata setelah dibulan Februari 2018, A hanya membayar hutangnya hanya sebesar Rp. 250 Juta.

Dari contoh diatas, dikarenakan A hanya membayar Rp. 250 Juta, maka A dapat dikategorikan telah melakukan perbuatan “wanprestasi (ingkar janji)”.

3. Melaksanakan Prestasi Tetapi Tidak Tetap Waktu

Melaksanakan prestasi tetapi tidak tepat waktu artinya seseorang membayar hutangnya namun tidak tepat waktu sesuai yang diperjanjikan.

Sebagai contoh, A memiliki hutang kepada B sebesar Rp. 500 juta. Dalam perjanjian disebutkan A akan melunasi hutangnya kepada B semuanya ditanggal 7 Februari 2018. Namun ternyata A melunasi hutangnya secara keseluruhan kepada B tanggal 9 Februari 2018.

4. Melaksanakan Sesuatu Yang Dilarang Dalam Perjanjian

Melaksanakan sesuatu yang dilarang dalam perjanjian adalah pihak yang berhutang atau ber-piutang dilarang melakukan hal-hal yang telah dilarang dalam perjanjian.

Sebagai contoh, dalam perjanjian dituangkan bila Pihak A sebagai pemberi pinjaman dilarang mengalihkan piutangnya yang ada di B sebesar Rp. 500 juta kepada pihak ke-3. Namun ternyata A sebagai pemberi pinjaman mengalihkan piutangnya yang ada di B tersebut sebesar Rp. 500 juta kepada pihak ketiga.

Perbuatan yang dilakukan A dapat dikategorikan sebagai perbuatan “wanprestasi (ingkar janji)”.

 

Apabila terdapat hal yang ingin dikonsultasikan berkaitan dengan pengajuan gugatan wanprestasi di pengadilan, silahkan hubungi kami Advokat Pro dibawah ini:

Handphone/WhatsApp : 0811-880-1890

Email : klien@advokatpro.id

Share:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pilihan Kami